Sabtu, 12 Oktober 2013

HUKUM BERJILBAB DALAM ISLAM

Pentingnya memakai jilbab:
1. Menutupi aurat dan menaati perintah agama islam merupakan satu2nya agama yg sangat memperhatikan segala lini kehidupan umatnya hingga hal yg terkecil. Aurat misalnya, secara manusiawi ada bagian tertentu yg manusia malu untuk menampakkanya, dan bagian itu harus selalu dalam keadaan tertutup. Dalam Islam bagian itu disebut dg aurot..satrul aurot (menutupi aurot) menjadi wajib hukumnya dalam islam, karena islam sangat menjunjung tinggi harga diri seorang hambanya. menutup aurot juga merupakan syarat diterimanya sholat. maka jika kita membiarkan aurot terbuka, berarti kita telah melanggar perintah Allah, dan pasti kan mendapat dosa. para akhwat sekalian pasti sudah pada tahu umur berapa diwajibkan menutup aurot? batas usia baligh bagi akhwat adalah setelah keluar darah haidl, dan pada masa itulah segala amal perbuatan manusia di hisab, juga mulai masa itulah anda sudah diwajibkan menutup aurat.
2. Menjaga harga diri seorang muslimah (iffah) dalam terusan ayat jilbab surat al ahzab 59 disebutkan “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” point kedua dari pentingnya berjilbab adalah untuk menjaga harga diri. menjaga diri kita dari segala hal, menjaga martabat seorang muslimah, menjaga keamanan, menjaga keimanan dan banyak hal yg bisa kita jaga dengan memakai jilbab. ibarat body guard, jilbab merupakan body guard yg paling handal, yang selalu mengawal diri kita dan menjaga diri kita kapanpun dan dari apapun yg dapat membahayakan kita secara jasmani maupun rohani. bahkan menjadi body guard yg paling indah, karena memakai jilbab kan menjadikan anda lebih cantik dan anggun, melebihi apa yg dilakukan cream kecantikan wajah yg paling ampuh apapun, karena memakai jilbab kan menampakkan kecantikan luar maupun dalam, suerr!!
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal”, jilbab merupakan tanda pengenal bagi seorang muslimah, yg membedakan identitas keagamaan, keimanan dan juga ketakwaan. membedakan identitas keagamaan sudah jelas.
     Karena itu mereka tidak di ganggu”. dan kemudian setelah anda sudah memakai jilbab maka anda akan merasa tenang dan aman dari berbagai gangguan. gangguan apapun itu. gangguan keamanan misalnya, jika kita menilik kepada kasus2 pelecehan seksual, sebenarnya kita tidak bisa melulu menyalahkan kepada sang pelaku, namun sebenarnya sang korban pun juga patut disalahkan. sesuai hukum kausalitas, ada sebab ada akibat, akibat adanya pelecehan itu pasti ada penyebabnya, salah satunya dalam segi berpakaian.
Jilbab juga menjaga keamanan hati, pasti anda semua merasakan bahwa pakaian berpengaruh terhadap tingkah laku kita. orang yg berpakaian asal2an dy pasti kan bertindak asal2an. aristoteles, filosofis yunani yg masyhur mengatakan:” manusia adalah apa yg ia pikirkan”. so ketika pikiran kita sudah amburadul, akal sehat sudah terbius dengan hawa nafsu maka kita pun kan berpakaian sesuai apa yg kan kita perbuat, sehingga dia tidak lagi memikirkan apa itu esensi berpakaian, dikarenakan rasa malunya sudah hilang, dan dia pun akan berbuat semaunya. pepatah arab mengatakan: “jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesuka kamu”.
Berbeda ketika pakaian yg kita gunakan adalah pakaian yg menutup aurot dan islami, kita merasa terbatasi utk melakukan perbuatan yg melanggar. contohnya kita memakai pakaian resmi pegawai negri / pakaian seragam sekolah, ketika kita hendak berbuat yg melanggar pasti kita kan mikir2 dulu, takut membuat malu nama pegawai negri, atau menodai keharuman almamater kita, dan akhirnya pakaian itulah yg mencegah kita utk berbuat melanggar. apalagi pakaian yg islami yg di kenakan, ia selalu menjaga pribadi sang pemakaianya, dalam al-qur’an disebutkan: “pakaian takwa adalah sebaik2 pakaian untukmu”. maka jilbab dan pakaian yg menutupi aurot adalah pakaian yg bisa menguatkan ketakwaan dan keimanan seorang hamba. and anda para muslimah “butuh” jilbab untuk menjaga harga diri dan keamanan, jasmani maupun rohani. ” Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, nih ganjaran yg kan diterima oleh mereka yg memakai jilbab sesuai dengan syariat islam, mendapat ampunan dan kasih sayang! siapa sih yg tidak ingin diampuni dosa2nya oleh Allah, dan selalu disayangi oleh Nya! jika kita ingin selalu mendapatkan ampunan dan kasih sayangnya, makai memakai jilbab merupakan hal yg mutlak yg harus dilaksanakan.

berjilbab yang ideal :      
Diniatkan tulus karena Allah memakai jilbab bukan sekedar menggugurkan kewajiban, atau sebagai upaya menaati perintah namun memakai jilbab kan mendapatkan pahala dan lebih bermanfaat jika diniatkan tulus karena Allah. memakai jilbab itu harus ikhlas karna Allah, bukan karena paksaan, bukan karena pingin dilihat orang cantik, bukan karena ada acara tertentu, dan bukan karena menutupi aib yg ada di bagian atas tubuh anda. namun sekali lagi memakai jilbab tulus karena mengharapkan ridho Allah, dan sebagai bentuk ibadah kita. karena segala yg kita lakukan bernilai ibadah tatkala itu diniatkan mencari ridho Allah, dan tujuan manusia diciptakan di dunia tidak lain adalah untuk beribadah,”dan tidak lah kami menciptakan jin dan manusia melainkan utk beribadah” al baqoroh.

Ulama' sepakat untuk menutup aurat baik dalam sholat maupun diluar sholat.

Landasan Hukum menutup aurat:
1. QS.An Nuur : 30
2. QS.Al Ahzab : 59
3. QS.Al Mu'minun: 1-7
4. Hadits Rasulullah.
Syarat Pakaian penutup aurat:
1. Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak/punggung tangan.
2. Tidak ketat.
3. Tidak tipis/transparan.
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak menyerupai pakaian nonmuslim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar